Senin, 27 Agustus 2012

ADVENTURE AT MERBABU


Merbabu, 25-26 Agustus 2012

Pendakian ke puncak Gunung Merbabu tanggal 25-26 Agustus 2012 ini adalah moment pertama saya bersama teman-teman Kopmapala UNY dalam mengenal alam dan merupakan pendakian perdana saya hehe. Dalam pendakian ini kami membagi diri menjadi 3 tim. Kami ada 12 orang termasuk saya. Teman-teman ada mas Wiwit, mas Wahyu Tri, mas Budi, mas Ai, mas Hendri, Saparudin, Angki, Nizar, mba Hanifah, Anggi, dan Fatma.
Kami berangkat bersama dengan sepeda motor. Sabtu pagi jam 07.30 berangkat dan sampai di basecamp jam 11.30. Basecamp berada di rumah warga lereng Merbabu, masih dalam wilayah Magelang Jawa Tengah. Sesampai di basecamp kami pesen makan dan minum, kemudian mulai start pendakian jam 13.30.
Pendakian memakan waktu 4 jam untuk sampai di pos 2. Pos 2 ini merupakan tempat yang aman untuk mendirikan tenda karena tanahnya lumayan lapang/landai. Pos 2 tidak ada bangunan kecuali sumber air. Sumber airnya pun dari pipa yang dilubangi sedikit. Satu bolongan pipa inilah sumber bertahan kami selama bermalam di setengah pendakian Merbabu. Selain di tempat ini semuanya terjal, jadi disinilah kami bermalam.
Suasana malam sangat dingin sekali. Suhunya dibawah 20 derajad celcius. Ketika di pos 2 yang bermalam disana tidak hanya tim Kopmapala kami, tetapi kami barengan dengan tim dari Pekalongan dan Semarang. Ada juga dari UGM tapi mereka perjalanan turun.
Kami bermalam di pos 2 hingga pagi. Selama di camp (pos 2) kami melakukan berbagai aktivitas yang dapat mempersatukan tim. Buat api unggun dengan bahan bakar yang tersedia di alam, masak untuk makan bersama, sharing dan cerita bareng teman-teman dari tim lain, dan juga menyusun strategi untuk lanjut mendaki di pagi hari.
Suasana malam itu sangat dingin. Untuk bernapas sajha sulit, rasanya sesak sekali dan itu membuat susah tidur. Selama tidur di camp saya mengenakan masker. Selain itu ada 2 ancaman yang mengintai. Yang pertama adalah badai. Badai pada malam itu sangat besar. Kadang saya bangun karena suara badai yang menakutkan. Apalagi kalau keluar tenda dan melihat pohon-pohon besar yang pada tumbang, jadi agak ngeri juga haha :D. Ancaman kedua yaitu kethek. Kethek ini kita menjumpai banyak sekali. Ada 15 lebih kethek yang datang dan pergi. Mereka datang untuk mencari sisa-sisa dari pendaki terdahulu yang meninggalkan bekas untuk santapan. Kadang ada yang berebut, bikin ngeri juga haha :D.
Beberapa jam telah berlalu, kami bangun dan melaksanakan shalat Subuh. Tidak ada yang dapat menghalangi kami untuk tetap beribadah dan bersyukur kepada Yang Maha Kuasa walaupun kami di alam bebas. Rasanya malah lebih nyaman sekali dan lebih dekat. Setelah shalat Subuh kami masak, makan, kemudian let’s going to puncak di pagi hari tanggal 26 Agustus. Pendakian ke puncak lumayan terjal sampai geger sapi. Setelah melewati geger sapi kami melewati jembatan syetan. Di jembatan syetan kami sempat membuat video dan foto-foto hahaha…. Jembatan syetan jalannya lumayan landai tapi sempit. Setelah jembatan syetan kami naik terjal lagi sampai pertigaan yang memisahkan puncak Syarif dan Kentheng Songo. Kami mengambil arah kanan, yaitu Kentheng Songo.
Pendakian menuju Kentheng Songo suhunya sangat dingin ditambah oksigen yang semakin menipis dan awan dingin yang menusuk pori-pori. Pendakian yang sangat ekstrem dilakukan oleh 4 anak. Yaitu Angki, Saparudin, mas Ai, dan saya sendiri. Karena ada dua jalur, kami berempat mencoba jalur yang mendaki, sedang teman-teman yang lain lewat jalur yang agak landai. Tetapi kami tetap bertemu lagi di satu jalur hehe….
Setelah dua jalur tadi kami dihadapkan pada dinding batu yang sangat kokoh. Ini adalah jalan satu-satunya untuk ke puncak dan ini merupakan tantangan terakhir sebelum puncak. Kami harus melewati dinding tebing yang curam kemudian memanjat-manjat. Sampailah di puncak tertinggi Merbabu. Forza KOPMAPALA UNY!

Foto. At puncak Kentheng Songo

Kami tiba dipuncak sekitar jam 10.40. Kami melakukan aksi-aksi di puncak. Kami membuat video-video kenangan, foto-foto bersama, makan-makan, dan mengibarkan sang merah putih. Bahkan kami sempat membuat video bersama teman-teman dari komunitas Pekalongan. Mereka sanngat hebat, mereka hanya berdua sajha.
Jam 12.00 tepat kami mulai beres-beres dan turun menuju pos 2 dimana kami meninggalkan tenda. Sampai di camp kami langsung nge-pack barang-barang dan melipat tenda sambil ngobrol dan nyantai. Tak terasa waktu semakin berlalu sampai pada akhirnya habis shalat Ashar kami baru turun menuju basecamp.
Perjalanan kembali ke basecamp memakan waktu hingga Maghrib. Setibanya di basecamp kami langsung membersihkan diri, kemudian shalat Maghrib dilanjutkan makan, kemudian briefing persiapan pulang hingga waktu Isya’. Setelah shalat Isya’ kami merampungkan urusan administrasi, kemudian pamit dengan pihak warga dan langsung meluncur. Kami menempuh perjalanan pulang selama beberapa jam dan sampai di rumah anggota Kopma jam 22.00.
Sesampai di rumah anggota kami membongkar semua isi ransel dan mengambil barang-barang pribadi. Kemudian kami berpisah back to home. Karena hari sudah larut malam, maka saya tidak langsung pulang tetapi tidur di tempat Saparudin. Senin pagi saya baru pulang dan istirahat. This is a good moment to remember for me………………………………….

Salam Sukses to All anggota Kopmapala . . . . ! Jangan pernah bosan untuk kita melakkukan pendakian dan bersahabat dengan alam!

Khusthanul Rozak
Calon Penulis





Reaksi:

1 komentar: